Jakarta, Majalah Jateng – Spesialis urologi Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) dr Hilman Hadiansyah menjelaskan jika kondisi ini dapat terjadi pada setiap pria, lebih sering pada usia di bawah 50 tahun. Ia melanjutkan, 8,2 persen pria akan mengalami prostatitis dalam hidupnya.
Penyebabnya sendiri cukup beragam, salah satunya adalah menahan kencing alias buang air kecil yang sering dilakukan pria karena beberapa faktor, mulai dari kesibukan, hingga terlalu lama di dalam perjalanan.
Baca juga : Pemerintah Sebut Telah Temukan Kilang Minyak dan Gas Baru di Tahun 2023
“Penyebab paling sering itu infeksi bakteri. Misalnya sering menahan buang air kecil, ini sering terjadi pada pasien yang di perjalanan jauh kena macet, habis itu buang air kecil perih. Kemudian misalnya trauma pada area pelvis atau selangkangan,” jelasnya, dikutip dari Suara.com jaringan berita Jatengnews.id, Selasa (09/01/2024).
Untuk itu, dr Hilman pun menghimbau, ketika kandung kemih terasa penuh dan sudah muncul keinginan buang air kecil, maka sebaiknya segeralah ke kamar mandi agar terhindar dari risiko prostatitis.
“Karena kalau sering menahan buang air kecil di situ akan terjadi kolonisasi bakteri. Urine itu sebaiknya first in first out tapi kalau stagnan di kandung kemih apalagi terjadi penekanan di daerah selangkangan, duduk lama, daya tahan tubuh lagi turun itu bisa terkena prostatitis,” jelas Hilman.
Peradangan pada kelenjar yang disebabkan karena bakteri ini, bisa berlangsung kurang dari tiga bulan atau akut dan lebih dari tiga bulan atau kronis.
Gejala prostatitis sendiri, lanjut dia cukup khas. Di mana biasanya pria merasakan tidak nyaman dan nyeri di bagian dalam paha hingga anus, namun sulit untuk menunjuk secara langsung lokasinya.
Nyeri di daerah selangkangan, mulut zakar, dan sensasi seperti terbakar di ujung kepala penis saat buang air kecil termasuk di antaranya. Selain itu, mereka yang mengalami prostatitis juga biasanya akan terbangun di malam hari saat tidur untuk buang air kecil. (03)






0 komentar:
Posting Komentar